Thursday, December 27, 2012 | By: Chak-chaky

Sejarah Ilmu Bahasa (Linguistika)


Setelah mengetahui bagaimana sejarah bahasa itu terbentuk meskipun tidak sepenuhnya diakui kebenarannya,lalu dalam pemahaman konsep ilmu linguistika selanjutnya adalah bagaimana sejarah Ilmu bahasa (Linguistik) itu sendiri.Kajian sejarah bahasa dengan ilmu bahasa tentu merupakan hal yang berbeda jika dalam sejarah bahasa di atas tadi menggambarkan mengenai asal-usul bahasa itu sendiri,akan tetapi dalam sejarah linguistika ini lebih membahas tentang bagaimana sejarah bahasa sebagai sebuah ilmu.
     Sejarah linguistika dimulai dari ilmu linguistic tradisional dimana pada zaman ini linguistic tradisional masih diwarnai dengan campuran logika seperti S=P diartikan subjek mengakui predikat.Tidak hanya itu Linguistik tradisional,tata bahasa tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat.Dalam perkembangannya di dalam aliran linguistik tradisional dikenal dengan linguistic zaman Yunani.Sejarah mengenai bahasa pada zaman Yunani dimuali sejak abad 5 SM sampai kurang lebih abad ke 2 M.Pada waktu itu terdapat masalah yang menjadi pertentangan para Linguis yaitu mengenai pertentangan antara bahasa bersifat alami (fisis) dan bahasa bersifat konvensi (nomos),dimana disebut fisis karena bahasa memiliki asal-usul,sumber,dan prinsip-prinsip abadi,sedangkan bahasa bersifat konvensi berarti makna-makna kata dalam bahasa di peroleh dari tradisi dan kebiasaan.Tokoh yang termasuk pada zaman ini adalah Plato,Aristoteles.
        Setelah jatuhnya Yunani muncullah kerajaan Romawi yang kemudian sebagai kelanjutan sejarah ilmu Linguistik zaman Romawi dengan tokohnya Varro dengan karyanya De Lingua Latina yang terbagi atas beberapa bidang (etimologi,Morfologi).
              Lalu dilanjutkan dengan Linguistik zaman pertengahan,dimana studi bahasa pada zaman ini mendapat perhatian penuh tertutama oleh para filsuf skolastik,dan bahasa latin menjadi Lingua Franta,karena dipakai sebagai bahasa gereja,bahasa diplomasi,dan bahasa ilmu pengetahuan.Berikutnya Linguistik zaman Renaisans yang dianggap sebagai pembukaan abad pemikiran modern.Dan yang terakhir yang termasuk ke dalam linguistic tradisional adalah masa menjelang lahirnya linguistic modern (strukturalis).Dalam masa ini ada satu tonggak yang sangat penting dalam sejarah studi bahasa ,yang dinyatakan adanya hubungan kekerabatan antara bahasa Sansekerta dengan bahasa-bahasa Yunani,Latin,Jerman,dan bahasa lainnya.
            Kemudian masuk ke Linguistik Strukturalis yang berusaha mendeskripsikan suatu bahasa berdasarkan cirri khas yang dimiliki bahasa itu dimana tokoh pada zaman ini antara lain (Ferdinand de Saussure).Lalu sesudah itu muncullah Linguistik Transformasional dimana Linguistik bukan merupakan kegiatan yang statis,melainkan kegiatan yang dinamis,berkembang terus-menerus sesuai dengan filsafat ilmu itu sendiri yang selalu mencari kebenaran yang hakiki.


Wednesday, December 26, 2012 | By: Chak-chaky

Sejarah Bahasa


Kendati manusia berbahasa,dan melalui bahasa manusia juga akhirnya dapat berinteraksi satu sama lain,akan asal-usul bahasa itu sendiri masih merupakan sebuah pertanyaan yang sampai saat ini pun masih diperdebatkan.Sebelumnya hakikat bahasa itu sendiri sudah diketahui yaitu bunyi yang sistemis,beraturan yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.Akan tetapi bagaimana kah sejarah mengenai bahasa? Dimana pertanyaan ini juga penting dalam konsep ilmu linguistika umum karena dengan mengetahui sejarah tentang bahasa tentunya dapat membantu kita untuk mengetahui bagaimana ilmu tersebut perlahan terbentuk hingga dapat kita pelajari sampai saat ini.Memang sampai saat ini tidak ada teori yang konkrit serta diakui 100% keabsahaan serta kebenarannya akan tetapi setidaknya sejarah bahasa itu sendiri terbentuk karena adanya perspektif yang mendasari ternetuknya bahasa tersebut.

 Yang pertama dari perspektif paham naturalis dimana dari sudut pandang ini bahasa itu berasal dari adanya gerakan dan pemahaman atas gerak dan spontanitas gerak tubuh,artinya dalam perspektif ini manusia sebagai pengguna bahasa memandang bahasa pada awalnya timbul akibat gerak yang dihasilkan tubuh hingga membentuk suatu ujaran yang mendiskripsikan sebuah maksud dari gerakan tersebut.Lalu dari perspektif paham konvensional,dimana menurut sudut pandang ini bahasa itu timbul karena adanya kesepakatan para pemakainya,sebelumnya dalam pengertian apa itu bahasa juga saya sebutkan bahawa salah satu yang membentuk bahasa itu sendiri adalah karena adanya kesepakatan antar pengguna bahasa.Akan tetapi jika dipandang dari sejarahnya tentu akan mencakup lebih kompleks lagi,dimana dari perspektif paham ini bahasa itu timbul dikarenakan adanya suatu interaksi antar manusia,lalu manusia tersebut sepakat untuk menggunakan ujaran yang dikeluarkannya sebagai suatu bahasa.
Yang terakhir mengenai sejarah bahasa dapat dilihat dari perspektif paham teologi ,dimana menurut sudut pandang ini bahasa berasal dari tuhan.artinya bahasa yang diujarkan manusia saat ini adalah bentuk dari apa yang diucapkan tuhan kepada adam sebagai manusia pertama yang dibumi ini,dimana ketika itu tuhan menyapa Adam,itulah bahasa menurut perspektif paham teologi.
Tidak hanya itu pada tahun 1861,ahli sejarah Linguis Max Muller menerbitkan daftar spekulatif teori tentang asal muasal bahasa seperti Bow-wow,Pooh-pooh,Ding-dong,Yo-he-ho,dan Ta-ta.Dan dewasa ini banyak ilmuwan menganggap semua teori tersebut tidak begitu banyak salah.Permasalahannya dengan teori-teori tersebut yaitu mereka hampir maknistik,dimana dianggap terlalu mengansumsikan bahwa sekali leluhur kita menyadari kejeniusan mekanisme untuk menghubungkan suara dan makna,bahasa secara otomatis lahir dan berkembang setelahnya.
Memang teori tentang sejarah bahasa bermacam-macam,akan tetapi tidak seorang pun mengetahui secara persis kapan awal mula ada,dimana,bagaimana membuatnya dan siapa yang mengawalinya.

Tuesday, December 25, 2012 | By: Chak-chaky

Hakekat Bahasa


Masalah hakikat bahasa ,telah mendapat perhatian besar dari linguis (ahli bahasa) sejak dahulu.Jawaban atas pertanyaan “Apa itu Bahasa?” merupakan upaya untuk mengetahui serta memahami hakikat bahasa.Berbicara mengenai hakikat bahasa tentunya adalah membahas bagaimana prinsip dasar yang terkandung dalam pembentukan bahasa itu sendiri,berikut adalah hakikat bahasa :

1.Bahasa itu Sistematik,,Sistematik artinya berpola dan beraturan ,bahasa memiliki sistem bunyi dan  mengandung makna yang beraturan.Dalam bunyi,tidak sembarang bunyi bisa digunakan sebagai suatu simbol  dari suatu rujukan dalam berbahasa.Sebelum di ucapkan bunyi harus diatur terlebih dahulu agar dapat terucapkan dan dimengerti.
2.Bahasa itu Tidak Menentu,Tidak menentu disini bisa juga dikatakan acak,bisa tercipta tanpa alasan.Kata-kata dalam bahasa bisa muncul tanpa adanya hubungan logis dengan apa yang disimbolkan atau lebih jelasnya bersifat Arbitrer.Akan tetapi meskipun bersifat arbitrer pemilihan dalam bahasa yang digunakan  terlebih dahulu bergantung  dari kesepakatan pemakai bahasanya.
3.Bahasa itu Vokal,Bahasa berwujud dalam bentuk bunyi,memang sekarang seiring berkembangnya teknologi sebagai buah kecerdasan manusia telah menciptakan bahasa dalam bentuk tulisan,akan tetapi tulisan tidak bisa menggantikan ciri bunyi dalam bahasa.Cara Tulis hanyalah sebagai alat untuk mengartikan di atas media lain entah itu diatas kertas,batu,pohon,computer ataupun media lainnya.
4.Bahasa itu Komunikasi ,Fungsi utama dari sebuah bahasa adalah sebagai alat interaksi dan komunikasi.Bahasa digunakan sebagai alat untuk mempererat hubungan antar manusia dalam kelompknya,dari kelompok kecil seperti komunitas sampai kelompok yang besar semisal Negara jika tanpa bahsa tidak mungkin terjadi interaksi yang baik antar manusia.Cara berkomunikasi dan berinteraksi pun dapat bermacam-macam seperti berbicara,mendengar,menulis,membaca.
5.Bahasa itu Mengacu pada dirinya,Bahasa adalah bahasa jika dapat dipakai untuk menganalisis bahasa itu sendiri,seperti yang ada di sampul belakang buku “Asas-Asas Linguistik Umum” karya  Verhaar yang terdapat tulisan “manusia memiliki bahasa,binatang tidak memiliki bahasa,karena bahasa milik manusia itu di pelajari,maka ada ilmunya,yaitu ilmu bahasa yang disebut linguistik”.Dari tulisan tersebut dapat di ambil hakikat bahasa yaitu mengacu pada dirinya yang artinya bahasa bisa di gunakan untuk membicarakan bahasa itu sendiri.
6.Bahasa itu Bermakna,Artinya setiap bunyi yang sistemis serta memiliki makna merupakan bahasa,karena sesungguhnya bahasa adalah bunyi yang bermakna.
Monday, December 24, 2012 | By: Chak-chaky

Pengertian Bahasa


Hal pertama yang harus kita pahami sebelum mempelajari ilmu linguistika adalah mengetahui apakah Bahasa ? bahasa merupakan suatu system dari lambing bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manuisa dan dipakai oleh masyarakat untuk berinteraksi.Bahasa adalah bunyi yang sistemis beraturan yang dihasilkan oleh alat ucap manuisa (altikulatoris).Artinya bahasa ialah suatu bunyi yang berpola atau mempunyai system serta berkaidah yang dihasilkan oleh articulator (alat ucap).Timbulnya bahasa itu sendiri juga karena adanya kesepakatan para pemakai bahasa sehingga terbentuklah bunyi yang sistemis.
        Dalam lingusitik terdapat dua penggolongan bahasa yang pertama adalah bahasa primer dimana bahasa primer tersebut adalah bahasa lisan yang dihasilkan oleh alat ucap manusia (mulut/oral),lalu yang kedua adalah bahasa sekunder dimana bahasa ini berupa tulisan yang dihasilkan oleh uteral (alat gerak/tangan dll).
         Bahasa dibentuk oleh kadah  yang beraturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi.Kaidah,aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tatabunyi,tata bentuk bentuk,dan tata kalimat.Agar komunikasi dilakukan berjalan lancer,penerima dan pengirim bahasa harus menguasai bahasa.Artinya bahasa itu sendiri timbul karena adanya kesepakatan antara pemakai bahasa.
       Dalam bahasa terdapat objek yang dikaji dalam bahasa itu sendiri,lebih tepatnya kandungan yang terdapat dalam bahasa tersebut.Terdapat 3 objek yaitu parole,Langue,dan Langage dimana Parole merupakan tuturan atau bunyi yang terkandung dalam bahasa,lalu Langue merupakan system atau aturan yang terikat oleh bahasa itu sendiri,sedangkan Langagae merupakan bagian yang paling abstrak karena langagae merupakan objek dari filsafat bahasa.